tari sanghyang : tarian sebelum adanya HINDU di bali
Sanghyang tarian sakral yang biasanya bukan untuk tontonan masal. tarian ini dilakukan saat suatu desa dilanda bahaya atau musibah.
konon ni katanya, tarian ini ada semenjak agama Hindu belum sampai di Bali. jadi ini lah budaya primitif bali yang masi ada sampai sekarang. (perlu dilestarikan nih, kapan lagi)
ciri khas tarian ini adalah dimana penarinya itu menari tanpa sadar diri. badannya menari tetapi yang menggerakkannya bukanlah dirinya tapi roh yang masuk ke dirinya(serem ya). penarinya biasanya menutup mata. dan sering sekali melakukan gerakan yang mustahil dilakukan manusia.
di tarian ini ada tiga unsur penting yaitu:
Asap / api
nyanyian Sanghyang yang keramat
media(manusia, bisa pria atau wanita)
Tarian ini ada banyak versi, antara lain :
- Sanghyang dedari(bidadari)
- tarian ini biasanya ditarikan oleh anak gadis perempuan yang belum akil balig.
- ciri khasnya penari menari di atas pundak seorang pria
- anehnya kalo kita sadar berdiri di atas pundak pria bukannya takut jatuh ato ga seimbang, tapi mereka yang sudah kemasukan roh dengan santai dan lincah menari di pundaknya. wogh keren ya
- awalnya penari di nusdus dulu, atau didatangin roh bidadari dulu
- setelah masuk, penari akan dirias kepalanya
- setelah dirias baru penari akan menari
- tari ini biasanya diiringi oleh gambelan palegongan(sejenis musik tradisional bali)
- tarian ini biasanya dapat ditemukan di Badung, Gianyar dan Bangli

- Sanghyang jaran(kuda)
- tarian ini seperti namanya memanggil Jaran(kuda) yang merupakan tunggangan para dewa
- ga jauh beda dari tarian sanghyang yang lain, penarinya menutup mata, sebelumnya didatengin oleh roh kudanya
- bedanya penarinya adalah seorang pria atau orang suci
- gerakannya mirip dengan kuda
- biasanya disediakan bara api panas trus penarinya melewatinya dengan kaki telanjang, mempermainkan bara itu dengan mata tertutup.
- penarinya menunggangi kuda-kudaan yang dibuat
- gw penah nonton di TV, yang gw pikirin apa ga panas ya??
- biasanya sering ditemukan di Denpasar, Badung, Gianyar dan Bangli
- Sanghyang celeng(babi)
- Celeng(Babi) itu yang dipanggil pada tarian ini
- penarinya biasanya pria memakai kostum ijuk seperti babi
- gerakannya merangkak seperti layaknya babi
- Sanghyang deling(boneka)
- tarian ini gw sama sekali lum pernah liat
- tarian ini konon memanggil roh Dewa Wisnu dan Dewi Sri
- penarinya pria dan wanita yang masing-masing memegang kayu yang dihubungkan oleh tali, ditengah talinya ada 2 buah boneka(deling) yang dibuat dari daun lontar.
- saat deling tersebut bergerak cepat berarti roh telah merasuk ke penari
- setalah itu penari disungsung oleh 2 orang penyungsung
- tarian ini biasanya ditemukan di kintamani(Bangli)
- Sanghyang bojog(kera)
- tarian yang dirasuki roh kera
- tarian ini ga jauh beda ama sanghyang yang lain
- ditarikan oleh pria, dimana setelah dimasuki roh, dia akan bergerak melompat seperti kera, memanjat pohon melompat dari pohon ke pohon.
- sering kali gerakannya benar-benar mustahil di lakukan manusia.
- tarian ini biasanya ditemukan di daerah Duda(Karangasem)
- Sanghyang sampat(lidi)
- kalo ini penarinya membawa lidi trus digerakin kanan kiri.
- untuk sanghyang ini gw sih lum dapet banyak berita bis jarang banget
coba aja cari di bali. gw juga pengen nonton kok.
untuk pemuda- pemudi Bali, ini tarian perlu banget di jaga. jangan sampai punah. moga anak cucu kita masi bisa nonton ini tarian. Read more...



