Posting terbaru....

Thursday, December 18, 2008

Sangeh : Hutan Pala dan Monyet



Sangeh,
kalian semua udah pada tau dong sangeh itu apa? ya benar, sangeh itu adalah sebuah objek wisata di Bali yang identik dengan hutan yang isinya Monyet. disini kita akan bahas asal-usulnya gimana sih, dan kenapa dibilang sangeh.

Sangeh sebenarnya adalah saksi sejarah keemasan kerajaan Mengwi di Bali. di tengah sangeh itu ada Pura, namanya Pura Bukit Sari. Konon ni katanya, Pura ini dibuat oleh Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti putra angkat dari Raja Mengwi saat itu Cokorda Sakti Blambangan pada abad ke-17. konon katanya waktu Anak Agung Anglurah Made Karangasem Sakti melakukan pertapaan, beliau mendapat bisikan untuk membuat Pura di tengah hutan pala ini. nah selanjutnya Pura ini dipakai sebagai tempat sembahyang masyarakat sekitar.

nah nama sangeh itu dari mana?? ini kata masyarakat sekitar ya, sangeh itu sebenarnya berasal dari 2 kata yaitu "sang" itu artinya orang dan "ngeh" artinya liat. konon nih, pohon pala yang ada disana itu sebenarnya bergerak dari gunung Agung trus karena ada orang yang melihat di tempat itu mereka bergerak, akhirnya pohon pala itu diam disana. pasti pada bingung kan? mang bisa kaya gitu?? tapi itu kepercayaan masyarakat sana.

Ditempat ini terdapat kurang lebih 600 ekor kera loh. tapi ini tips buat kalian, kalo kesana jangan sentuh keranya ya. mereka ga mau disentuh. kalo mo kasi makan kasi aja, tapi jangan disentuh. biarin mereka yang sentuh kita jangan kita. Soalnya konon, mereka itu sebenarnya jelmaan dari manusia loh, katanya sih sekelompok prajurit apa gitu gw agak lupa. itulah kenapa kera-kera ini di sakralkan ama masyarakat sekitar sana. merekapun disana hidup layaknya manusia, ada RT/RW gitu. seru ya!!!!

nah, sekarang disana ada objek baru loh selain kera dan Pura itu. namanya Pohon Lanang Wadon. ini sih gw baru tahu sejak terakhir gw kesana. itu sebuah Pohon gede, katanya udah ada semenjak 300 tahun lalu. kenapa disebut pohon Lanang Wadon, gini Lanang berarti laki-laki dan Wadon berarti Perempuan. jadi, di pangkal bawah pohon tersebut ada bentuk yang menyerupai manusia, tapi memiliki 2 kelamin. ada yang kelamin perempuan dan ada yang laki-laki. beneran loh mirip banget. trus ada pusernya gitu. jadi benar-benar mirip seperti manusia.

sekarang disana tempat parkir DLL udah diatur dengan bangus, jadi ga usah kawatir kenyamanannya, dah bagus banget kok, dibanding dulu waktu gw kesana semasih gw SD. hehehehe. Disana juga ada banyak toko souvenir, bagus-bagus kok tapi yang penting lo semua bisa nawar. gitu aja.

saat lo pertama masuk, dari parkiran lo beli tiket lah, nah ini dia harganya gw lupa. hehehehe, untuk harga to be continue aja deh ok. baru masuk lo pada akan ngeliat patung Rahwana dikeroyok ama Monyet. ini patuh kalo ga salah ada semenjak 1,5 tahun lalu kayanya. dah lumayan lama sih. kalo lo pada kesana dan bingung pengen tau sejarah DLL disana, lo bakal liat bapak2 yang jualan foto langsung jadi, mereka itu juga guide sana loh. jadi minta tolong mereka lah. ok. mereka bakal nganterin lo muter2 sana sambil nyeritain sejarahnya kaya apa.

Sangeh ga terlalu jauh kok dari Denpasar, cuma butuh 30 menitan dari Denpasar. deket dengan Mengwi dan Blahkiuh. kalo temen-temen tau jalan ke desa Pelaga, nah sekitar sana. ada tandanya kok. sepanjang jalan dari Mengwi bakal ada petunjuk lalu lintas yang isinya sangeh lewat mana. jadi ga usah kawatir tersesat. yang penting ketemu Mengwi dulu lah gampangnya ketemu Pura taman ayun dulu. nah jalan dari sana sih tinggal lurus terus.

ini gw sisipin video di sangeh. itu ada lagi ada upacara di sangeh. gw dapet videonya dari youtube. sori bukan hasil sendiri, soalnya belum punya camcoder sih^^.

Jadi, jangan lupa ya singgah ke sangeh. salah satu saksi sejarah kejayaan Mengwi dan Monkey forestnya di Bali.

Read more...

Wednesday, December 17, 2008

Nasi ayam Kedewatan : emang enak n murah


nah, ini dia. kita karang coba bahas salah satu tempat makan murah n enak di Bali. Mungkin ini sih udah lumayan terkenal. namanya "Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku". tempatnya di kedewatan deket ama ubud.
apa sih yang bikin nih nasi sebegitu enak. wah jujur gw sih ga tau juga. gw suka aja makan. porsinya yang pas, ada lawar(urab bali), daging ayam, telur, sate(wah ini enak suer enak amad), terus ada juga sambel goreng bali dan ditambah es jeruk. emang menu andalan gw tiap gw kesana.
mungkin dari segi gw sih, gw pas banget seleranya. selain murah cuma Rp. 10.000,00 satu porsi, gw biasanya nambah ampe 3 kali. tampilan yang sederhana itu yang buat kita tergoda.
pada awalnya sih biasa aja kelihatannya. tapi kalo dah lo cicipin, wogh oke banget deh. ayamnya itu yang bikin enak, bumbunya agak pedes2 gitu. trus empuk, belum lagi satenya yang gimana jelasinnya ya?? bis enak banget sih. pokoknya bagus lah.
suasana rumah makannya yang berupa rumah, seperti kita makan di rumah sendiri, di rumah bali, jadi ada pilihan, mau di warung biasa, atau di bale adat buat lesehan, ato di teras orang bali. terserah. suasanya juga bikin kita ga canggung buat makan.
Dimana sih warung ini, ok. warung ini ga jauh dari ubud. kalo kita ke ubud dari patung barong lurus terus. arah ke desa payangan. ntar disana sebelum Hotel cahaya Dewata. ada pura bagus n gede. di depannya ada tulisan "Nasi ayam kedewatan Ibu Mangku". kalo kalian semua ke bali, jangan lupa ya mampir ke sini. suer enak. dan di jamin halal loh. ayam gitu.
ok, segitu dulu deh kulinerForU oke.

Read more...

Thursday, December 4, 2008

Wayang: Saat cerita dalam bayangan


Wayang; oke, udah lama kita bahas yang nyata ya, maksudnya gerakan dan bentuk dari manusia. sekarang kita coba bahas yang tidak nyata, dimana yang dilihat hanya gerakan boneka atau bayangan. kita sering sebut dengan Wayang.
Mungkin kalian sering tau Wayang Jawa, Wayang Golek, DLL. tapi kalian tahu ga, kalo balipun punya Wayang loh. Wayang Bali memiliki karakter yang unik, dengan gong(musik) yang dinamis. Dalam kehidupan di Bali, Wayang itu memiliki banyak kegunaan, baik untuk hiburan dan upacara spiritual. Selain itu, di Bali, Wayang juga digunakan untuk memberikan pelajaran-pelajaran tentang hidup, spiritual, politik, sosial dan budaya, serta kadang tentang perkembangan teknologi melalui cerita yang dia bawakan.
DiBali ada 2 jenis wayang yang sering ditampilkan yaitu, WAYANG PETENG(wayang malam), WAYANG LEMAH(siang).
Wayang Peteng(malam), seperti namanya peteng, yang artinya malam. wayang ini ditampilkan pada malam hari, wayang ini biasanya untuk hiburan tetapi ada juga yang untuk upacara. Wayang peteng ini ada beberapa jenis. antara lain

Wayang Parwa : wayang ini melakonkan cerita dari salah satu Parwa (bab) dari Mahabarata. Dalam Cerita Mahabarata memiliki 18 Parwa. jadi wayang Parwa mengambil penggalan cerita Mahabarata yang dimana juga dimasukkan juga pengetahuan tentang hidup dan wejangan yang menjadi pedoman hidup. biasanya sering dibubuhi dengan humor yang lucu loh. jadi lebih tertarik

Wayang Ramayana : seperti namanya, kalian tahu dong cerita Ramayana, cerita Rama dan Shinta. nah inilah wayang yang mengambil penggalan cerita dari Ramayana. Cerita biasanya mengambil cerita pada Kiskenda Kanda(bab) dan Uttara Kanda(bab).

Wayang Calonarang : ini adalah wayang angker dibali. wah kalo lo pada nonton. hehehehe, siap aja merinding. ini adalah wayang yang lumayan langka. jarang ada. tujuannya untuk menghibur. Wayang ini mengambil lakon Calonarang. jadi dia menceritakan cerita Calonarang. di wayang ini seringn membeberkan tentang ilmu hitam. khasnya, wayang ini sering memanggil nama-nama orang yang menggunakan ilmu hitam. karena itu wayang ini sering disebut dengan Wayang Leak.

Wayang Cupak : ini adalah Wayang yang lumayan langka. lakonnya(ceritanya) tentang 2 orang putra Dewa Brahma yaitu Cupak dan Grantang. seperti itu.

Wayang Lemah(siang): wayang lemah, seperti namanya adalah wayang yang dipentaskan siang hari. biasanya merupakan wayang untuk pelengkap upacara keagamaan. seperti peresmian pura DLL. karena waktu siang hari, jadi wayang ini tidaklah memperlihatkan bayangannya tetapi wayangnya itu sendiri.

Wayang yang juga sering dipakai dalam upacara adalah Wayang Sapuleger dan Wayang sudamala. Wayang Sapuleger menceritakan tentang Anak Dewa Siwa, Bathara Kala dan Rare Kumara. cerita dimana Bathara kala diperbolehkan untuk memakan bayi yang lahir di Wuku Wayang, saat itu adiknya Rare Kumara juga lahir di Wuku Wayang. Wayang ini menceritakan pelarian Rare Kumara sampai bersembunyi di Mangku Dalang. nah karena cerita ini, maka setiap anak yang lahir di Wuku Wayang harus mengadakan Wayang ini agar tidak dicari oleh Bhatara kala.

Dalam Wayang bali, seperti Wayang jawa. Wayang bali pun memiliki tokoh pokok pelengkap/pelayan para raja. kalo di Wayang Jawa adalah Semar, Pentruk DLL. nah kalo di Bali ada Tualen, Merdah, Delem dan Sangut.

setiap pelengkap memiliki sifat tersendiri dan latar belakang sendiri. ok kita karang bahas satu-satu ya

Tualen : Seorang bapak tua yang berkulit hitam dan berdarah putih. sering disebut manusia Sudamala. Beliau adalah seorang dewa yang bersalah di khayangan akhirnya diturunkan ke dunia dan menjadi manusia sudamala. seperti itu. karena merupakan dewa, Tualen memiliki sikap yang bijaksana dan sangat berwibawa, selain itu beliau mengetahui semua ilmu pengetahuan dan sangat cakap. karena itu, kalo ada anak yang lahir dibali, sering kali orang tuanya mencari Tirta Tualen(air suci Tualen) yang dimana dipercaya dapat membuat anak tersebut seperti tualen sikapnya.

Merdah : anak dari Tualen. dimana dia selalu menemani ayahnya dan selalu belajar dengan ayahnya. sikap setianya kepada ayahnya dan juga kepada tuannya merupakan keunggulan dari Merdah, tapi karena merdah adalah seorang pemuda yang penuh semangat. maka sering kali merdah emosian.


Sangut : ini salah satu tokoh yang kurus, pintar, tapi licik juga. dia di gambarkan sebagai orang yang pintar dan sangat cerdas mengamankan diri. selain itu dia memiliki sifat yang selalu memihak yang menang. Tokokh ini sangat cerdik, dan dia mengerti tentang keagamaan dan hidup dengan baik. selain itu orang ini pintar berbicara.

Delem: wah kalo tokoh Gendut ini sih memang pintar. tetapi bodoh mempergunakan kepintarannya. dia pintar tapi sombong. sering sesumbar dan paling suka mengadu domba orang untuk kepentingan dia. sangat sering dijaili oleh sangut, karena sikap dia yang sombong.

dalam cerita Wayang, Tualen dan Merdah selalu menjadi pelayan pihak yang baik, Sangut dan Delem selalu menjadi pelayan pihak yang jahat. dalam wayang yang membuat cerita dan suasana menjadi lucu biasanya adalah 4 tokoh ini. sering sekali mengocok perut dan memberikan pengetahuan tentang hidup yang luar biasa.

selain itu di beberapa dalang, dia memiliki tokoh sendiri. yang dikembangkan olehnya. misalkan oleh kelompok wayang CenkBlong(kelompok wayang terkenal dan terlucu di Bali untuk saat ini). dia memiliki tokoh yaitu nang grenceng dan nang ceblong. wah dua tokoh ini adalah rakyat biasa yang sering suka protes ke pemerintah. dan sering kali protes itu menjadi lawakan yang benar-benar lucu.

nah all, itu semua dulu ya tentang wayang nanti kita bahas lagi yang lain. ok.

Read more...

  © Free Blogger Templates Spain by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP